23rd April 2014
Home » Uncategorized » Berkembangnya Musik dan Lagu Rohani Dalam Sejarah Gereja
January 27th, 2013 Cat: Uncategorized

Selama dua ribu tahun sejak kehidupan Kristus, penggunaan musik dan lagu rohani Kristen dalam ibadah di gereja telah melalui berbagai tahapan perkembangan yang tak terhitung jumlahnya. Hal ini merupakan pertanda bahwa perkembangan musik dan lagu rohani dalam sejarah gereja berjalan seiring dengan perkembangan persekutuan orang-orang percaya (gereja) itu sendiri.

Salah satu peristiwa yang paling penting di dunia musik dan lagu rohani Kristen dimulai dari lahirnya karya seorang biarawan Benediktin, Guido dari Arrezzo yang hidup sekitar 995-1050. Dia tidak benar-benar menciptakan lagu rohani tapi dia menyempurnakannya, menyelesaikan evolusi neumes sebelumnya ke dalam script plainsong, yang merupakan cikal bakal dari apa yang kita ketahui hari ini sebagai ‘tonik-Solfa’. Semua musik sebelumnya telah diturunkan oleh tradisi aural sehingga fasilitas untuk menuliskan musik dan lagu rohani yang dinyanyikan oleh jemaat. Hampir semua penciptaan musik dan lagu rohani Kristen  sejak saat itu telah datang sebagai akibat langsung dari pengaruh biarawan ini.

Sejak saat itu, komposer mampu menciptakan lagu rohani Kristen terkenal untuk digunakan dalam ibadah sampai dengan jaman sekarang. Awal penulisan musik dan lagu rohani dilakukan untuk membentuk kerangka lagu guna tindakan penyembahan. Musik dilakukan terutama oleh musisi profesional yang melekat pada gereja dan hal ini menutup kemungkinan partisipasi jemaat untuk ikut ambil bagian di dalamnya. Komponis akhirnya mulai memasukkan chorales (himne) ke dalam liturgi yang memberikan jemaat kesempatan untuk bergabung pada titik-titik tertentu dalam pelayanan rohani.

perkembangan_musik_gerejaBach, Handel, Mozart, Beethoven adalah beberapa nama komponis lagu rohani dan musik terkenal yang telah memberi sumbangan dalam musik dan lagu rohani yang menambah kekayaan musik dalam ibadah Kristen. Orang Kristen umumnya mengetahui karya-karya jaman sekarang melalui pertunjukan konser, namun sebenarnya banyak sekali karya musik dan lagu rohani Kristen berasal dari bagian liturgi untuk digunakan dalam pelayanan gereja.
Pada saat kebangunan rohani (Reformasi Protestan, misi dari Moody & Sankey, energi evangelis yang menyebabkan berdirinya Methodisme dan Salvation Army, dll) ada semangat menulis himne yang amat besar dan meluas mengiringi era ini. Gelombang penciptaan musik lagu rohani Kristen telah melahirkan ide sangat kreatif dalam musik gereja dan berdampak positif yang menyebabkan munculnya banyak himne jemaat terbesar dan paling populer di dunia.

Dalam 50 tahun terakhir, perkembangan musik dan lagu rohani Kristen untuk kegiatan ibadah telah melalui babak baru. Karena pencipta lagu rohani dan musik gereja sejak awal 1960-an telah mendapatkan banyak inspirasi dari musik populer di jaman mereka. Kita sekarang secara teratur menemukan grup band yang menyertai ibadah orang Kristen (ibadah Minggu, KKR dan lainnya) daripada organ tradisional. Semakin banyak, kita mendengar “lagu penyembahan rohani” (istilah lain kata “himne”) dan jemaat menjadi lebih terbiasa untuk menyembah musik dalam format idiom kontemporer populer.

Ini bisa menjadi isu perdebatan, tetapi penting untuk dicatat bahwa semua orang Kristen memiliki hak untuk mengekspresikan iman mereka dengan cara yang sesuai dengan mereka. Banyak gereja yang mengatasi perkembangan ini dengan memakai tata ibadah tradisional dan penyembahan kontemporer pada hari Minggu. Jadi, musik dan lagu rohani Kristen dalam suatu ibadah Kristen dan sejarah bergereja akan terus berkembang dan berubah sesuai tuntutan jaman.

Kalimat yang dikenal dalam artikel

-
-

Yang berhubungan dengan Berkembangnya Musik dan Lagu Rohani Dalam Sejarah Gereja